Sabtu, 17 Mei 2014

welcome back

Seneng banget blog ini udah kembalii... alhamdulillahh

lo kemana aja sih blog? kangen gue ,,  lo  gak tau gue nyariin lo kemana2 ke pasar, keterminal, ke kampus, kelapangan bahkan kekampung  tapi gak ketemu, gue capek muter2 nyarin lo, sampe suatu hari gue ikhlas ngelepasin kepergian lo, gue belajar mencintai blog baru yang gue buat sendiri seperti gue menciptakan lo waktu itu, dalam hati gue berdoa semoga saja lo jatuh ke tangan orang yang mencintai lo seperti cinta gue yang besar ke lo, tapi hari ini lo kembali ke kehdupan gue, gue tau lo gak bisa berlama2 bersama orang lain,.

welcome back my beloved blog , i love u :)

Rabu, 26 Maret 2014

K-A-N-G-E-N

pagi ini aku terbangun dengan perasaan yang tidak seperti biasanya, iya perasaan yang tiba2 nyesek di dada apalagi kalau bukan kangen, gue tau ini sesuatu yang gak penting untuk di bahas selain gak menarik kangen juga sudah cukup meinstrim di segala macam dunia, baik itu dunia percintaan,dunia persahabatan,dunia persilatan, bahkan dunia gaib, tapi sumpah gue lagi pengen banget nulis "aku kangen kamu" .

gue cuma pengen nulis kalimat ini karena gue tau gak bisa mengungkapkannya langsung di hadapan dia. Pagi ini gue kangen bukan berarti kemarin2 gue gak kangen tapi kangen yang ini beda, gue inget pernah merasakan yang seperti ini pas dalam perjalanan pulang kuliah, gue lagi mnegendarai sikuning motorkesayangan gue tiba2 gak ada angin gak ada hujan, gue ngerasa kangeeeen banget dan kangennya of course sama orang yang sama.

kalau perasaan yang kayak gini tiba2 muncul seperti sekarang rasanya gue penegn lari ke hadapan dia meluk dia terus lanjut nari2 di bawah pohon kayak film india :p
kadang gue ngerasa malu sendiri kalau lagi kangen gini, iya malu sama diri sendiri, malu lahh gimana kalau gue aja yang kangen terus dia enggak??? -__-"

ya udahlah yang jelas gue kangen, kangen sama dia seseorang yang sudah lama aku nantikan kepulangnnya, seseorang yang tia hari lari2 di hati dan pikiran gue, udah gue cuma pengen bilang ituu..

kenapa tulisan kangen di judulnya gue pisah pisahin biar dia tau kalau kangen gue hari ini gak kayak biasanya, kangen nya pake BEGETE

cepat balik sayaaang, rindu ini udah menggunung :*

Selasa, 18 Maret 2014

Story

Bayanganku Tertinggal di Kamarmu Saat Engkau Tertidur Pulas

 

Sayangku …
 
Aku sedang memandang lukisan no 29 yang sengaja kupajang di sebuah jendela baru, lukisan yang didominasi warna merah, lalu hitam, lalu merah hitam, kuning, putih dan hijau itu diberi judul oleh pemiliknya cinta seorang penyair. Aku tidak mengerti benar mengapa aku bisa menyukai lukisan itu, gambarnya absurd, pemahamanku yang terbatas hanya mampu membaca lukisan itu sebagai seseorang (mungkin perempuan) yang sedang berkuda dan memegangi hati di dalam dadanya. Aku menemukan sebuah kesulitan yang sedang dihadapi tokoh dalam lukisan itu, sebuah kesulitan yang hingga akhir paragraf ini ditulis tidak kutemukan kalimat yang tepat untuk mengungkapkannya.
 
Lalu aku mencari-cari sebab, mencari-cari celah agar bila setelah kugambarkan untukmu lukisan tersebut dan kamu bertanya perihal mengapa aku menyukainya, kamu bisa lekas kuberi jawaban. Ada beberapa kemungkinan; pertama, aku mungkin menyukai lukisan tersebut karena didominasi warna merah dan kamu tentu tahu bahwa merah dengan sedikit hitam adalah favoritku. Kedua, aku mungkin menyukai lukisan tersebut karena gambarnya absurd sehingga tidak kumengerti. Aku merasa gambar tersebut menaikan derajat seleraku dari seorang penyuka gambar gunung yang dibentuk oleh komposisi 2 segitga sama kaki dengan puncak yang tidak runcing dan matahari yang memiliki mata, hidung mulut yang dibuat sumringah melengkungkan senyum mengisi ceruk diantara kedua segitiga yang biasa ditemukan di taman kanak-kanak menjadi selera dewasa yang menyukai ketidakjelasan. Adanya ketidakjelasan dalam hidup seorang dewasa memang menjadi sesuatu yang memabukan, selalu dinanti-nanti dan bisa mengakibatkan sebuah ciuman panjang. Ketiga, aku mungkin menyukai lukisan tersebut karena judulnya. Ada perasaan sentimental yang lahir sebagai akumulasi dari dua kemungkinan sebelumnya ketika aku menemukan judul seperti terbilang di  atas pada kaki jendelanya. Aku seseorang yang sentimental katamu, maka begitu kemungkinan ini kurasa sebagai kemungkinan paling layak untuk kukirim padamu nanti. Itulah tiga kemungkinan yang kutemukan, sebab dan celah yang kucari-cari. Dari tiga kemungkinan di atas, sungguh aku punya sebuah kemungkinan lain yang tidak kucari-cari sebab dan celahnya. Aku menyebutnya emungkinan keempat. Kemungkinan betapa aku menyukai lukisan tersebut karena dialah yang menemaniku menunggu telponmu. Inilah kemungkinan paling jujur, paling benar dan paling tidak perlu kujelaskn karena kamu tahu betapa aku selalu rindu padamu.
 

Tiba-tiba telponku berbunyi, aku menutup jendela, lukisan itu hilang dengan sendirinya. Senyumku mekar, pipiku mengembang seperti anak-anak yang memaikan putting susu ibunya. Kamu memanggil, panggilan langsung jarak jauh sekali.
 
“ Hallo … “
 
Aku tahu senyummu juga mekar, pipimu pun mengembang seperti halnya pipiku ketika mendengar suaraku.
 
“ Hallo Sayang … “
 
Malam tiba-tiba terang benderang, dindingnya dipenuhi kertas dekorasi warna warni yang tidak pernah lupa disertakan pada setiap pesta ulang tahun ketika masih SMP, ketika masih ada aneka ria safari dan album minggu kita adalah tontonan wajib yang dosa bila dilewatkan.  Aku baru mengucap hallo dan kamu membalasnya dengan menambahkan kata sayang, bila langit runtuh dan tanah terbelah saat itu, aku mungkin tak akan peduli.
 
“ Sedang apa kamu?”
 
Aku tahu itu adalah sebuah basa-basi, lebih tua umurnya dari peribahasa manapun yang pernah diciptakan pemikir manapun. Sungguh kamu tahu apa yang sedang aku lakukan, karena apapun itu, semuanya pasti kulakukan sambil memikirkanmu.
 
“ Aku sedang duduk. Kamu?”
 
Ada kata-kata yang tidak berhasil tergelincir.
 
Iya! Kata-kata yang tidak lahir padahal ingin sekali diucapkan. Aku ingin menambahkan setelah kata duduk kalimat; … sambil membayangkan aku berada di sampingmu dan tidak perlu bicara melalui sambungan langsung jarak jauh sekali ini,
 
Tawamu pecah, lalu aku tidak kecewa, aku tahu kamu mengetahui keberadaan kalimat yang tidak sempat lahir itu. Aku memang bukan seseorang yang pandai menyembunyikan perasaan, meski kamu lebih menyukai sesuatu yang bisa membuatmu penasaran, aku sungguh ingin mencintaimu dengan sederhana, dengan tanpa dramatisasi apa-apa kecuali perasaan cinta itu sendiri. 
 
“ Aku baru selesai belajar 35 kanji, besok ujian.”
 
Aku diam. Aku tahu bukan itu ujung kalimat yang akan kamu beri, aku menunggu, mememilih mendengar desah nafasmu yang rasanya begitu dekat dengan telingaku. Aku tidak tahu banyak tentang kanji, huruf jepang yang katanya saking banyak jumlahnya, tidak semua orang jepang mampu khatam padanya.
 
“ Temani aku sampai ketiduran, Sayang.”
 
Oh … langit kemudian runtuh, bumi kemudian terbelah, keduanya baru akan kembali pulih setelah burung-burung bubar dari kubah mesjid karena tersengat suara pengeras suara yang  berbunyi wing …. wing … setiap kali dinyalakan. 
 
“ Iya, Sayang.” jawabku.
 
Rasanya aku memang tak punya jawaban lain selain iya, selain menyerahkan bulat-bulat tubuhku untuk kamu lumat. Dalam episode sebuah perasaan yang terbangun setelah melintasi ribuan jarak, tanpa punya tatap dan sentuhan, aku rasa pasrah adalah pilihan yang tepat.
 
Seperti malam-malam sebelumnya, aku menceritakan untukmu apa-apa yang kuketahui dan kamu menceritakan untukku apa-apa yang kamu gemari. Entah sudah berapa malam, entah sudah berapa banyak waktu yang telah habis untuk bercerita, entah …. rasanya selalu seperti baru kemarin, baru sejam lalu. malam setiap hari datang seperti anak kecil yang merayakan tahun baru dengan baju baru, lalu bunyi jam dinding terdengar seperti pengantar tidur yang menjerit love you for sentimental reasons. Malam dan bunyi jam dinding dalam sambungan jarak jauh sekali ini tidak pernah tampil kumal dan terdengar membosankan.
 
***
Ketika malam sudah pulas tertidur di bangku taman, saat ketika embun mulai menampakan diri di pucuk-pucuk daun dan rerumputan, saat itulah kiranya hanya kudengar desah nafasmu. Desah nafas yang kubayangkan sebagai angin lembah yang bertiup menggetarkan laut, desah nafas yang kubayangkan sebagai angin perbukitan yang merapikan awan untuk menerima kembali pulangnya matahari. Desah nafas yang setia, tak berubah-ubah  seperti langit dan cuaca.
 
Beda waktu membuat pagi di kotamu lebih lekas datang, sebab mengapa di pelukmu malam lebih lekas cair. Aku merasa bersyukur telah diberi lebih banyak malam untuk menekuni pulas tidurmu, lalu kamu diberi lebih banyak waktu untuk mengumpulkan suara burung-burung untuk dikirimkan ke kotaku, tempat dimana kasurku tergeletak dan tubuhku menimpanya. Kadang aku bermimpi menjadi penjaga pos ronda yang terbangun karena kicau burung-burung setelah setia menunggui tiang listrik dipukul.
 
Seperti sebuah sajak – aku tak tidur padahal ngantuk, tak makan
padahal lapar, tak minum padahal haus –  sambungan langsung jarak jauh sekali ini membuat tidurku tercukupi dengan tidurmu, sedang pikiranku mengembara menembus laut-laut untuk berjumpa denganmu demi menuntaskan lapar dan haus dalam satu komposisi peluk diam.
 
Sayang …
 
Ketahuilah, bila tanganku nakal seperti doa, maka lekas bertemu denganmu adalah satu dari beberapa yang kutulis dengan huruf tebal di depan pintu rumah semua tuhan. Bisakah dua orang asing saling mencintai karena desah nafas masing-masing? Aku tak mau menjawab, tapi aku sedang merasakannya.
 
“ Kamu belum tidur sayang?”
 
“ Belum … “
 
Lalu aku tahu kamu akan berdiri di depan jendela, menyibak tirai dan mencium biru langit.
 
“ Kamu mewarnai langit lagi?”
 
“ Iya. Seperti biasa saat kamu tidur”
 
Lalu aku tiba-tiba kebingungan, mencari-cari bayangan sendiri.
 
“ Terima kasih untuk sudah menemaniku hingga tertidur, juga untuk langit biru, juga untuk bayangan tubuhmu yang tertinggal di kamarku. 
Lalu kamu terkekeh. 
“ Aku sedang memeluknya.” katamu.
 
Jendelaku kembali terbuka, lukisan no 29 yang tadi menemaniku telah berubah, perempuan berkuda yang memegangi hati telah berubah memegangi sepotong bayangan. Bayanganku.
 
Setengah ngantuk aku berkata.
 
” Peluk terus, jangan dilepas. Peluk terus sampai tiba nanti malam dan aku kembali mengendap-ngendap di bibir ranjangmu untuk mencium bibirmu.”
 
“ Tidur sayang … Jakarta sudah pagi.” katamu.(*)
 
 
 
 
 
http://sajaksepedamalam.wordpress.com/2013/09/23/cerpen-bayanganku-tertinggal-di-kamarmu-saat-engkau-tertidur-pulas/

 

Poetry


meminjam lengan.


padamu aku hendak meminjam lengan
sebab ingin kupeluk tubuhmu
getar dadamu rasa dalam dadaku
nafasmu bernafas dalam nafasku

padamu aku hendak meminjam lengan
sebab lenganku sudah tak ada
ia tamat memainkan peran
mati dalam sebuah pertempuran

ketahuilah dalam kali kita jumpa ini
lenganku tiada menyesal
tak ada pula dititipkannya dendam
cuma semacam pesan
beri sempat aku memeluk tubuhmu. sekali
dan sudah.



 http://sajaksepedamalam.wordpress.com/2014/01/22/meminjam-lengan/

Sabtu, 15 Maret 2014

Untuk Anda

Untuk anda seseorang yang tak hentinya bersemayam di lubuk hati saya, apa yang membuat anda terus berada disana, tidak bosankah anda berkeliaran tanpa henti di pikiran saya?

untuk anda yang terus menerus mengusik jiwa saya dengan kerinduan, tidak tahukah anda hati saya tersiksa, tidak tahukah anda perasaan saya memberontak?

untuk anda yang namanya melekat hebat di ingatan saya, sadarkah anda nama itu selalu terucap di bibir saya, entah terbangun atau terlelap kah saya, bibir ini tak henti mengejanya !

untuk anda yang mebuat saya merasa sendiri di keramaian ini, akankah kesunyian ini anda hapuskan, akankah kehampaan ini anda gantikan dengan keceriaan lagi?

untuk anda yang selalu kuperbincangkan dengan sang pencipta, tahukah anda di sepertiga malam nama anda kuselipkan di munajatku, tahukah anda air mata selalu menyertainya saat itu?

untuk anda yang jauh di pelupuk mata saya, masihkah anda menjaga kepercayaan yang saya berikan untuk anda, masihkah anda mengingat saya seberapa jauh pun kaki anda melangkah?

untuk anda yang kusebut "mas" semoga kesehatan dan keselamatan selalu menyertai anda disana, lakukan tugas anda dengan sebaik baiknya, jika orang lain masih membutuhkan anda maka jangan terburu buru untuk kembali, saya tak memaksa anda untuk menomor satukan saya, cukup anda mengingat saya di waktu senggang anda, cukup anda mengabari saya di waktu luang anda, cukup anda menjaga sedikit cinta dan kepercayaan yang mungkin masih tersisa.

Untuk anda yang mungkin suatu hari akan kembali, saya akan menyambut anda dengan senyuman dan mungkin sedikit kecupan di kening anda, iyaa hanya penyambutan yang sederhana, sesederhana janji kita tapi dengan jiwa yang besar serta rindu dan cinta yang selalu menyertainya.

Sabtu, 08 Maret 2014

:'(

assalamualaikum haii.. haiii



Dua hari terakhir gue lagi update berita tentang pasangan remaja yang membunuh mantan pacarnya hanya karena cemburu, ini berita lagi hangat2nya di tivi.gue prihatin banget sama anak2 sekarang ini masalahnya sepele, masalah asmara, mereka sampai menghabisi nyawa orang. mungkin mereka emang psychopat, tadinya gue gak mau menghujat tapi sumpah tiap liat beritanya gue kesel, pasangan remaja ini benar2 sudah kehilangan akal sehatnya, atau mungkin mereka emang gak berakal.

Zaman mungkin sudah mengubah semuanya adegan2 yang biasanya hanya kita liat di sinetron semua sudah ada di kehidupan nyata, bahkan pembunuhanpun seperti bukan sesuatu yang menakutkan lagi untuk dilakukan, Naudzubillan minzalik

Semoga yang melakukan perbuatan kejih itu mendapatkan hukuman yang setimpal dan semoga sikorban bisa beristirahat dengan damai disana

amiin ya rabbal alamin :)


Selasa, 04 Maret 2014

Late posting

asslamualaikum,

kemarin gue gak ngeposting apa2 rasanya jadi kangen blog, padahal baru ditinggal sehari (hahahha)
kemarin gue ngampus, pas sampe gue langsung ngecek nilai toefl gue yang katanya gak lulus pas gue cek lagi ternyata gue lulus, alhamdulillah gue termasuk orang yang beruntung karena bisa lulus tes itu hanya dalam satukali percobaan, alhamdulillah sekali lagi :)

habis dari kampus agak siangan gue bareng nining ke bintang buat beli batrey hp, batrey hp gue udah kayak orang kebanyakan minum, kembung :D , abis dari sana gue nongkrong di kostan nining sambil nonton film thailand yang lucu banget, gue emang suka film thailand, india dan absolutely film holliwood, ceritanya selalu seru2, gue suka thailand karena cara bicara mereka yang menurut gue unik dan selalu pengen ketawa kalau denger, disamping itu ceritanya juga unik2, dan endingnya selalu gak ketebak. kalau film india gue suka ceritanya yang selalu bikin gue nangis, kadang kalau gue ngerasa jarang nangis gue pasti nyari film india cuma buat ngeluarin air mata doang, mereka juga suka menari2 itu bikin gue seneng nontonnya, kalau film2 barat yah udah pasti keren gak usah dijelasinlah lo pasti ngerti kenapa film2 barat merajai box office movie diseluruh dunia :D

Eeeh tunggu tadi gue bahas apaan yahh, koq nyasar ke film??? hahhaa sorry sorry gak konsen gue :D


ohh iya tadi dari kosannya nining yahh gue disana sampe agak malam karena hujan dan juga gue serius nonton, abis itu gue pulang kerumah tidur dan udah, intinya skripsi gak gue sentuh lagi kemarin dan hari ini juga gue seharian dirumah, hujan bikin gue jadi males, males ngampus, males kerja skripsi males ngapa2iin -___-

yaa udahlah mungkin besok gue gak ngapdate lgi karena berhubung gue udah jarang duduk di meja server inii, tapi insyaalah besok2 kalau sempet gue nulis lagi,

:)

wassalam